Duhai prasangka,
kau begitu tangguh membuat otakku menerka,
kau begitu hebat membuat hatiku mendera,
bagai rasa yang muncul di kala waktu tak terduga.
Sesuatu yang menurutku baik, ternyata ia lebih buruk,
Sesuatu yang menurutku kuat, ternyata ia sangat lemah,
sesuatu yang menurutku cerdas, ternyata ia tidaklah cerdas.
Bahkan tak jarang, aku berfikir bahwa ;
Sesuatu yang ku anggap buruk, nyatanya ia tak seburuk yang ku fikirkan.
Sesuatu yang ku anggap lemah, nyatanya ia sangat kuat.
Hingga sesuatu yang ku anggap bodoh, nyatanya ia begitu mahir dalam suatu hal.
Memang mustahil,
Untuk menjadi sempurna bagi manusia. Karena, kesempurnaan hanya milik Tuhan (Allah) Yang Maha Esa.
Memang tak mungkin,
Bisa selalu diterima, dengan lebar luasnya.
Semua bentang tangan terbuka.
Segala kekhilafan,
Seringkali dijadikan penghakiman.
Biar saja, wajah-wajah itu puas dan nikmat menghakiminya.
Adalah istimewa yang tidak biasa.
Adalah lebih dari ujung semesta.
Untul mendalam-luaskan lelautan hati.
Untuk memaafkan dan buka melupakan.
Karena, Prasangka itu Luka....prasangka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar